Jumat, 04 Juli 2008

Peduli Nasib Kereta Api Indonesia

Salam KA!Salam Semboyan 35!!
Dunia perkeretaapian Indonesia sudah selayaknya untuk diperhatikan. Banyak sekali kasus anjloknya kereta api di berbagai daerah di Pulau Jawa atau Sumatra. Semua ini kembali pada sumber daya manusia di perkeretaapian yang masih minim. Selain itu masyarakat menganggap sinis dan remeh terhadap moda transportasi massal ini lantaran sudah memiliki moda transport sendiri yaitu mobil atau sepeda motor. Tak heran rangkaian kereta penumpang menjadi longgar alias kosong. Sedangkan kemacetan jalan raya semakin tak terkendali. Pemerintah lebih peduli terhadap pelebaran dan pembangunan jalan raya, mengakibatkan rel kereta api menjadi korban penggusuran. Aset-aset prasarana kereta api musnah tertimbun tanah, rumah, dan sejenisnya. Bahkan ada yang punah dibawa penjarah. Kondisi ini semakin menurunkan pendapatan bagi dunia perkeretaapian kita. Apalagi disaat BBM naik diikuti naiknya biaya hidup, membuat manusia semakin susah untukn mempertahankan hidup. Apa lacur, sarana dan prasarana kereta api menjadi sasaran rucat hanya untuk mencukupi kebutuhan.
Daripada di rucat, dan agar kereta api Indonesia tetap bertahan begitu pula sarana dan prasarana tua bisa terjaga kelestariannya seperti cagar budaya lainnya, maka blog ini mengajak para pecinta kereta api untuk peduli terhadap orang-orang dibalik kinerja perjalanan kereta api, mulai dari masinis, juru api, petugas pengatur perjalanan kereta api, kru depo lok-kereta-mekanik, penjaga perlintasan, pemeriksa jalan rel, dll, agar mereka tetap semangat menjalankan tugas di tengah keterpurukan bangsa saat ini.
Jayalah kereta api Indonesia...Semboyan 40/41
Nugroho Wahyu Utomo

Tidak ada komentar: