Senin, 07 Juli 2008

Motret KA Ketel BBM Sepuasnya


JUJUR saja sebenarnya aku lebih suka melihat dan memotret KA Barang, baik itu KA Anta Boga, KA penarik gerbong kricak, KA penarik TTW, KA penarik GGW termasuk Pusri. Soalnya pemandangannya jauh lebih menarik dan tidak membosankan. Bicara soal KA Ketel BBM, pada hari Sabtu di bulan Juli 2007, aku berkesempatan mengunjungi Stasiun Rewulu Yogyakarta bersama railfan lain yang diadakan Majalah KA. Sampai di sono, ternyata sedang ada proyek double track yang belum rampung. Begitu turun dari bis rombongan, aku langsung ngacir motret rangkaian ketel BBM yang ditarik lok CC20302 tengah stabling di sebelah barat stasiun. Sementara rombongan tengah briefing di peron stasiun. Salah satu pimpinan rombongan dari Majalah KA yaitu Dian Pujayanti sampai jengkel melihat ulahku yang langsung ngacir hanya untuk motret rangkaian ketel BBM. Habis, di Semarang sudah nggak ada lagi KA BBM yang melintas. Dulu pada tahun 1979 malam hari aku pernah melihat rangkaian ketel BBM yang panjang ditarik lok BB200 berjalan ke arah barat melintasi Stasiun Semarang Poncol. Jadi begitu melihat KA BBM di Stasiun Rewulu Yogya, aku mirip orang katrok (kampung) yang nggak pernah lihat KA BBM ...langsung jepret sana jepret sini. Kalau petugas setempat marah-marah, maka senjataku saat itu adalah ID Card IRPS (waktu itu aku masih menjadi anggota IRPS Semarang) mirip wartawan yang tengah meliput saja. Kebetulan lagi di leherku terkalung ID Card media tempatku bekerja, jadi kalau ada apa-apa siapa takut...he he he.
Nah, ketika ketel BBM yang stabling tadi akan diisi ke kilang minyak Rewulu, aku memilih nggak ikut ke sono bersama beberapa teman railfan. Lumayan, bisa motret KA yang melintas dari arah barat dan timur. Dan sudah jadi tradisi KA di lintas selatan, mentang-mentang double track...jalannya kuenceng-kuenceng...wuss wusss wuss...! Dari dulu KA lintas selatan jalannya lebih kenceng ketimbang lintas utara. Bikin aku gagal motret Lok CC20145 yang katanya angker lagi naik rangkaian KA bisnis dari arah barat. Entah KA apa namanya, yang tahu cuma railfan saking New Yorkarto Hadiningrat (maksudnya Yogya). Kalau lintas selatan Jateng, aku memang nggak tahu KA yang kerap melintas di sono. Misalnya KA Bima saat ini wujudnya kayak apa, KA Taksaka itu kelasnya apa, dll. Sampai suatu ketika aku berhasil mengabadikan KA penumpang dari arah barat ditarik lok CC20325 dengan sudut rendah dan tengah posisi menikung hingga hasilnya bagus banget...lalu aku tulis KA Sancaka...terus diposting di milis keretapi...seluruh railfan se Indonesia langsung ngakak abis, bahkan ada yang sakit perut lantaran kebanyakan ngakak. Hampir seluruh railfan se Indonesia bilang di milis keretapi: mas NWU, masak Sancaka kok lewat ke arah timur? Ya begitulah buta hurufku terhadap KA di lintas selatan, sampai kini masih buta huruf.

Jayalah KA Indonesia...Semboyan 40/41


Nugroho Wahyu Utomo

Tidak ada komentar: