Minggu, 13 Juli 2008

Nguber Lokomotif CC204


KETIKA aku masuk ke dalam komunitas pecinta kereta api (IRPS) Indonesian Railway Preservation Society tanggal 12 Desember 2005 dan mulai menikmati kehidupan bermilis di IRPS dan keretapi, aku sering mendengar lokomotif CC204. Seperti apa sih lok CC204 yang kabarnya merupakan lokomotif dengan sistem komputerisasi? Cerita itu hanya aku temukan dalam milis terutama teman-teman railfan (pecinta kereta api) dari kota Yogya, Bandung, dan Jakarta sembari menunjukkan nih fotonya CC204 di milis keretapi. Lho kok bentuknya mirip lok CC201? Ternyata lok CC201 generasi I seperti CC20111 telah di ubah ke dalam lok diesel elektrik berkomputerisasi oleh Bengkel Yasa Pengok Yogya dan PT INKA Madiun. Menerut teman-temanku di milis bahwa ada 7 unit lokomotif CC201 yang disulap menjadi CC204, salah satunya yang aku ingat ya CC20111 menjadi CC20402. Baru pada tahun 2006 didatangkan lokmotif CC204 yang wajahnya mirip lok CC203 yaitu CC20408, CC20409, CC20410, bahkan rencananya sampai CC20413. Mudah-mudahan unit terakhir ini nggak membawa sial berhubung memakai no. 13. Sebelumnya ada lok yang angker milik Depo Lok Yogya Tugu yaitu CC20145, setelah diruwat baru keangkerannya hilang. Lokomotif CC204 generasi kedua ini dibuat oleh General Electrick LokIndo yang kantornya satu komplek dengan PT Inka Madiun. Lantas yang dimaksud dengan lok diesel elektrick berkomputerisasi itu apa? Adalah lok diesel elektrik yang didalamnya menggunakan komputerisasi terutama untuk mendeteksi kerusakan yang akan terjadi pada lokomotif itu sendiri. Jadi sebelum lok itu rusak beneran, komputer telah mendeteksi dan menunjukkan posisi kerusakan pada lokomotif sehingga harus segera masuk "rumah sakit" Bengkel Yasa Yogyakarta, sebelum terlanjur parah. Belakangan sebanyak 10 unit lok CC201 generasi pertama juga mesinnya di rebuild dan menggunakan sistem komputerisasi seperti lok CC204, namun namanya masih tetap lok CC20101 s/d CC20110 cuma ditambahi embel-embel"r"(rebuild) di belakang no seri: CC20101r s/d CC20110r. Saat aku ke Bandung bulan Januari 2007 lalu, aku menyempatkan diri foto di depan lok CC204 di Depo Lok Bandung, sekedar buat kenang-kenangan. Aku langsung ngebayangin kasarnya mesin lok CC201 dan CC203 ketika melaju dengan kecepatan 120 km/jam bahkan penuh goncangan. Jadi beda dengan lok BB301, BB303, BB304 yang masuk kategori lok diesel hidrolik dengan mesin yang halus. Lantas bagaimana dengan CC204 ya? Jayalah Kereta Api Indonesia...Semboyan 40/41
Nugroho Wahyu Utomo

Tidak ada komentar: